Jumat, 03 Februari 2012

PEKERJAAN YANG HANYA ADA DI INDONESIA






PENGEMIS


pekerjaan yang banyak konotasinya, PEMINTA-MINTA dan GELANDANGAN sebagian konotasinya. Jika dinegara lain PENGEMISnya lebih beradab dan modis, maka di Indonesia PENGEMISnya memperlihatkan ketidak berdayaan dan kemiskinan yang melilit. Masyarakat Indonesia menjadikan PENGEMIS sebagai profesi yang menguntungkan dengan penghasilan berlipat.
PENGAMEN

banyak pemuda Indonesia saat ini menginginkan menjadi penyanyi atau pemusik terkenal. Sehingga banyak yang frustasi dan beralih menjadi PENGAMEN. Profesi pengamen ini bak seorang penodong, jika tidak membayar dan memberi recehan siap-siap saja belati menusuk ke perut.
Saya selalu berdoa semoga pekerjaan ini tidak “HANYA” ada di Indonesia. Tapi jika dicari dinegara lain berasa tidak ada profesi PEMULUNG. Jika pagi hari kita membuang sampah dan menganggapnya tidak berarti, maka bagi para PEMULUNG sampah adalah rejeki yang diberikan Tuhan.
MAK EROT
Profesi yang bisa Membesarkan Alat vital dengan cara tradisional “HANYA” ada di Indonesia. Mak Erot adalah plopornya dan Sukabumi menjadi terkenal dengan daerah PEMBESAR ALAT VITAL.
PEMBALAK LIAR
Dibelahan Dunia lain sedang giat berkampanye global warming, maka di Indonesia pekerjaan sebagai Pembalak liar  adalah profesi yang menjanjikan. Hutan hujan tropis sebagai paru-paru Dunia mereka babat habis sampai gundul dan akhirnya mnyebabkan banjir bandang dan longsor yang tidak tertahankan. Pembalak liar sesuatu cita rasa karsa bangsa ini.
ORMAS
Bak jamur dimusim hujan, pasca reformasi berbondong-bondong orang mendaftarkan ORMAS (ORganisasi MASyarakat) mereka. Dari kaum Premanisme sampai kaum Ulama memiliki basis ORMAS. Peminatnya pun tidak kalah banyak, mereka bersuka cita dan merelakan waktunya untuk menjadi anggota ORMAS. ORMAS salah satu fenomena profesi di Indonesia.
TUKANG OJEK
Tadinya saya kira bahwa ojek adalah profesi yang satu-satunya ada di Indonesia dan tidak ada dinegara lain. Ternyata itu salah, Arab Saudi juga memiliki ojek dan bagusnya para TKI (Tenaga Kerja Indonesia) lah yang membudayakannya sehingga ditiru oleh orang Bangladesh dan Sri Langka.
MUTILATOR
Akhir-akhir ini pembunuhan dengan cara mutilasi sedang marak (Oktober 2010). Sepertinya profesi sebagai Mutilator (orang yang melakukan mutilasi) sedang marak dan menjadi trend tersendiri dikalangan pembunuh. Mungkin sudah saatnya pemerintah mengeluarkan sertifikat atau izajah cara memotong mayat yang baik dan benar kepada para MUTILATOR.
PENUNGGU TOILET
mungkin “HANYA” ada di Indonesia saja. Jika dinegara lain ada pembersih toilet dan penjaga kebersihannya, maka di Indonesia ada Penunggu Toilet untuk menagih bayaran dari para pemakai toilet. Rp.1000 untuk kencing dan BAB, dan Rp.2000 untuk mandi. Sialnya uang hasil pembayaran dari pengguna itu tidak dipakai untuk menjaga dan merawat kebersihan dari toilet.
PREMANISME
Premanisme adalah profesi jagoan yang satu level dibawah mafia. Premanisme adalah bentuk kecil dari mafia didunia lain.Melakukan pemerasan, perusakan, pembunuhan atau penganiyayaan.
Indonesia satu-satunya negara yang memiliki kepala negara sebagai PENYANYI selain menjadi PRESIDEN. Sudah beberapa album yang dikeluarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di sela-sela kesibukan bernegaranya. “HANYA” satu-satunya di Dunia PRESIDEN yang menjadi PENYANYI dalam waktu bersamaan.
Profesi yang kerjanya menggusur dan meneribkan pedagang kaki lima ini bernama SATPOL PP. SATuan POLisi Pamong Praja adalah alat penegak hukum dilingkungan daerah. Tugasnya tidak diketahui dan UUnya tidak jelas, tapi profesi ini only one in INDONESIANA.
TKI
Hampir 2 juta TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang berada di Malaysia dan beberapa ribu di Hongkong dan Taiwan. Mungkin ini salah satu profesi yang paling digemari oleh para masyarakat di Indonesia. Bergaji besar dengan resiko kecil, apalagi bisa jalan-jalan ke luar negeri. Ayo siapa yang tidak mau jadi TKI?
ULAMA
Mungkin profesi yang satu ini menggiurkan Dunia dan Akhirat. ULAMA adalah profesi yang menjanjikan sebagaian orang di Indonesia, apalagi dengan resiko kecil tapi pendapatan yang menjanjikan. Apalagi profesi ULAMA di Indonesia tidak  memiliki sertifikasi jelas dengan kriteria yang mengikat. Jadi siapapun bisa untuk menjadi ULAMA walaupun hanya bisa bicara didepan orang banyak dengan bumbu firman Tuhan ala kadarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar